Menurut Rachmat, turis asing datang ke Indonesia bukan untuk menikmati minuman keras. Melainkan untuk menikmati keindahan alam Indonesia.
"Jangan kita seolah-olah bahwa Minuman beralkohol enggak ada, turis juga pergi. Malaysia dan Singapura mengendalikan peredaran minuman alkohol, turisnya 3 kali lipat dari Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (13/4).
Kendati demikian, menurut Rachmat, pihaknya bakal membuat kelonggaran khusus di daerah wisata. Dimana, minuman keras hanya boleh dikonsumsi turis asing saja.
"Masukan pedagang-pedagang di Bali yang jual minuman beralkohol di kawasan pariwisata seperti di Sanur dan Kuta. Ini yang akan kita atur," katanya. "Tapi itu untuk konsumsi asing saja."
"Masukan pedagang-pedagang di Bali yang jual minuman beralkohol di kawasan pariwisata seperti di Sanur dan Kuta. Ini yang akan kita atur," katanya. "Tapi itu untuk konsumsi asing saja."

0 comments:
Post a Comment