"Minimal 20 persen (penghematannya). Biaya cetak dan logistik sangat besar karena tiap tempat beda," kata Anies usai meninjau pelaksanaan UN di SMK 20, SMK 28 dan SLB 01 Jakarta, Senin (13/4/2015).
Anies menuturkan bahwa saat ini biaya pengiriman soal ujian cukup besar. Biaya tersebut dapat dipangkas ketika soal-soal UN telah tersimpan dalam software karena mengurangi volume dan berat.
"Kalau pakai komputer lebih sederhana dan efisien. Lebih akurat dari paper based," ujar penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini.
Kualitas soal ujian tahun ini juga dinilai meningkat. Anies ingin soal-soal memakai prinsip high order thinking yang melibatkan guru-guru dalam pembuatan soal dan juga bekerja sama dengan negara lain.
"Kalau kita menggunakan komputer, variasi soal meningkat. Soal-soal yang kita buat hanya soal pilihan berganda. Kenapa? Karena peserta banyak. Kalau komputer, soal bervariasi dengan gambar dan essay. Jadi ke depan, kualitas soal dengan teknologi," ucapnya.
Kualitas soal ujian tahun ini juga dinilai meningkat. Anies ingin soal-soal memakai prinsip high order thinking yang melibatkan guru-guru dalam pembuatan soal dan juga bekerja sama dengan negara lain.
"Kalau kita menggunakan komputer, variasi soal meningkat. Soal-soal yang kita buat hanya soal pilihan berganda. Kenapa? Karena peserta banyak. Kalau komputer, soal bervariasi dengan gambar dan essay. Jadi ke depan, kualitas soal dengan teknologi," ucapnya.

0 comments:
Post a Comment