"Saya pernah nempelin telinga ke ubin yang baru terasa hangat kali aja mendengar suara desisan, tapi gak ada suara apa-apa, diketuk ketuk juga padat lantainya. Iseng-iseng mecahin telur di atas lantai panas hanya 1,5 jam jadi telur setengah mateng," ujar Tedjo kepada detikcom, sekira pukul 11.52 WIB, Rabu (15/4/2015).
Hingga saat ini, baik Tedjo maupun Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sukabumi yang datang ke rumahnya belum mengetahui penyebab panasnya lantai tersebut. Tak ada lokasi pemandian air panas atau fenomena geologi di dekat rumah.
Dihubungi terpisah, Kepala Kecamatan Cikembar Dodi Rukmana mengaku prihatin dengan fenomena aneh di tempat tinggal salah satu warganya itu. Dodi sendiri mengaku sudah meminta Distamben untuk melakukan penelitian, namun belum ada keputusan apapun terkait hal itu.
"Saya sudah melihat langsung ke rumah warga yang lantai ruang tamunya panas itu. Saya merasa prihatin karena menurut penghuninya semakin hari hawa panasnya makin tinggi dan terus menyebar ke lantai keramik yang lain," kata Dodi.
Menurut Tedjo, Distamben berjanji akan melakukan peninjauan ulang hari ini. Mereka akan membongkar membongkar lantai ruang tamu. "Namun katanya sih sambil menunggu alat-alatnya," tutup Tedjo.
Tedjo telah menempati rumah itu selama puluhan tahun. Lantai rumahnya memancarkan hawa panas sejak 15 hari lalu.

0 comments:
Post a Comment